Bale Kajenar: Ruang Seni yang Menjaga Akar Budaya di Tengah Arus Digital
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Yogyakarta
Di tengah derasnya arus digitalisasi, pelestarian seni budaya tidak lagi cukup dilakukan lewat wacana. Dibutuhkan ruang nyata yang mampu menjembatani tradisi dengan generasi masa kini. Bale Kajenar di kawasan Imogiri, Bantul hadir sebagai salah satu contoh ruang seni yang mengambil peran strategis tersebut.
Berlokasi di Sendang Wangi, Plencing, Wukirsari, Bale Kajenar diproyeksikan sebagai sentra pengembangan seni budaya berbasis masyarakat. Kehadirannya bukan hanya untuk menampilkan seni sebagai tontonan, tetapi sebagai proses hidup yang terus diwariskan. Di tempat inilah nilai-nilai budaya dirawat, dipraktikkan, dan dikenalkan kembali secara kontekstual.
Pendamping Desa Budaya dari Dinas Kebudayaan DIY, Astuti Handayani menegaskan bahwa Bale Kajenar merupakan wujud apresiasi terhadap tokoh seni budaya yang memiliki visi menjaga warisan leluhur. Dengan dukungan tokoh budaya, seperti Kanjeng Pangeran Nurdiantoro Buyut dr Paku Buwono 10, Bale Kajenar diarahkan menjadi ruang pembelajaran lintas generasi.
Yang menarik, Bale Kajenar juga memosisikan diri sebagai penyeimbang dampak negatif teknologi. Di saat generasi muda semakin dekat dengan gawai, seni budaya di Bale Kajenar diperkenalkan sebagai pengalaman langsung yang melibatkan tubuh, rasa, dan kebersamaan.
Lebih dari sekadar ruang fisik, Bale Kajenar adalah simbol kesadaran bahwa seni budaya tidak boleh berhenti sebagai artefak masa lalu. Ia harus hadir, bernapas, dan relevan di masa kini. Dari Imogiri, Bale Kajenar membuktikan bahwa pelestarian budaya bisa dimulai dari ruang kecil dengan visi besar.
(Sumber gambar: beritatopline.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
