JIAF 2025: Panggung Global dan Uji Kematangan Seni Rupa Indonesia

Tuesday, 27 January 2026 08:19:49

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Yogyakarta

Jogja International Art Fair (JIAF) 2025 kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu ajang seni rupa paling prestisius di Indonesia. Digelar pada 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 di Jogja Expo Center, pameran ini menghadirkan lebih dari 800 karya dari 224 seniman lintas generasi dan negara. Angka yang besar, tetapi yang lebih penting adalah kualitas wacana yang dihadirkan.

Di tengah keragaman gaya dan medium, karya-karya yang tampil di JIAF menunjukkan satu hal: seni rupa Indonesia sedang berada pada fase percaya diri. Tidak lagi sekadar memamerkan teknik, tetapi mulai berani menegaskan posisi, identitas, dan nilai yang diusung. Kehadiran Trinity Art Sam Sianata menjadi contoh bagaimana seniman Indonesia mampu membawa isu universal dengan pendekatan personal dan spiritual.

JIAF bukan hanya ruang pamer, melainkan ruang uji. Di sini, karya diuji oleh publik yang beragam, kolektor, kurator, seniman, hingga masyarakat umum. Interaksi inilah yang membuat JIAF penting karena seni tidak berhenti di dinding galeri, tetapi hidup dalam dialog.

Pameran ini juga menandai semakin terbukanya jalur seni rupa Indonesia ke panggung internasional. Seniman lokal tidak lagi berdiri sebagai ‘tamu’, melainkan sebagai tuan rumah yang sejajar.

JIAF 2025 menegaskan bahwa seni rupa Indonesia bukan sekadar berkembang, tetapi sedang menemukan arah. Dan dari Jogja, pesan itu dikirim ke dunia: seni Indonesia siap berbicara dengan caranya sendiri.

(Sumber gambar: @jiaf25)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait