“Rupa Cara Keberadaan”: Lukisan sebagai Bahasa Pengalaman Hidup Seniman

Thursday, 22 January 2026 06:02:43

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran seni rupa Rupa Cara Keberadaan di Semarang Art Gallery tidak sekadar memajang karya, tetapi menghadirkan narasi personal para seniman yang diterjemahkan ke dalam bahasa visual. Melalui sekitar 50 karya, pengunjung diajak menyelami pengalaman hidup yang beragam, jujur, dan reflektif.

Karya-karya yang ditampilkan berasal dari 25 seniman Komunitas Seni Sakato, sebuah komunitas perupa asal Sumatra Barat. Menurut Wisnu Bharata, staf Semarang Art Gallery, setiap karya yang dipamerkan berangkat dari pengalaman personal masing-masing seniman menjadikan pameran ini terasa dekat dan manusiawi.

Lukisan-lukisan dua dimensi yang ditampilkan tidak melulu realistis. Sebagian hadir dalam bentuk simbolik, ekspresif, bahkan abstrak. Sementara itu, karya tiga dimensi menambah dimensi ruang yang memperkaya pengalaman visual pengunjung. Perbedaan gaya ini justru menjadi kekuatan utama pameran, karena menunjukkan bahwa keberadaan manusia dapat dimaknai melalui banyak cara.

Sebagian seniman Sakato yang terlibat masih menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta. Hal ini terlihat dari keberanian mereka dalam bereksperimen, baik dari segi medium, teknik, maupun tema. Pameran ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pembuktian bahwa seniman muda mampu menyuarakan gagasannya secara matang.

Rupa Cara Keberadaan akhirnya menjadi lebih dari sekadar pameran lukisan. Ia menjelma sebagai ruang dialog antara seniman dan publik, tentang hidup, identitas, dan cara manusia memaknai keberadaannya di dunia.

(Sumber gambar: joglojateng.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait