Kereta Jadi Kanvas: Saat IP Lokal Mengubah Transportasi Publik Jadi Etalase Kreatif

Wednesday, 21 January 2026 07:15:27

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Jakarta

Meninjau laman megapolitan.antaranews.com, kereta api selama ini identik dengan fungsi: mengantar penumpang dari satu kota ke kota lain. Namun, kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuktikan bahwa ruang publik bisa melampaui fungsi dasar tersebut. Melalui program Kereta IP, kereta api bertransformasi menjadi kanvas raksasa yang memamerkan kekayaan intelektual (IP) lokal Indonesia.

Sebanyak 11 IP lokal, seperti Jumbo, Lokerserem, hingga Kosanimal, dihadirkan dalam bentuk livery tematik Natal dan Tahun Baru pada rangkaian kereta api jarak jauh. Visual karakter-karakter ini tidak hanya menghiasi bodi kereta, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual baru bagi jutaan penumpang dan masyarakat yang menyaksikannya di sepanjang lintasan rel.

Pendekatan ini menandai pergeseran cara pandang terhadap aset publik. Seperti disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, kereta api bukan lagi sekadar “hardware” transportasi, melainkan medium storytelling bergerak. IP lokal mendapat panggung strategis yang sebelumnya sulit dijangkau melalui jalur promosi konvensional.

Dampaknya bukan hanya estetika. Kehadiran IP di ruang publik menciptakan nilai ekonomi baru bagi kreator, memperluas jangkauan audiens, sekaligus membangun kebanggaan nasional. Penumpang tidak hanya bepergian, tetapi juga diajak berinteraksi dengan narasi dan identitas kreatif bangsa. Kereta IP menunjukkan bahwa ketika sektor transportasi dan ekonomi kreatif bersinergi, ruang publik bisa menjadi alat komunikasi budaya yang efektif dan berkelanjutan.

(Sumber gambar: megapolitan.antaranews.com)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait