Memorable with Trouble: Ketika Luka Pribadi Menjadi Bahasa Visual di Matterial Coffee
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Solo
Matterial Coffee kembali menjelma menjadi ruang yang lebih dari sekadar tempat minum kopi. Lewat pameran bertajuk Memorable with Trouble, para seniman Garis Collective menghadirkan karya-karya yang berangkat dari luka personal, memori rapuh, dan pergulatan batin yang jarang dibicarakan secara terbuka.
Salah satu karya yang menyentuh datang dari seniman yang memaknai karyanya sebagai metafora gejolak emosi. Menggunakan medium kayu, ia merekam konflik batin antara ambisi hidup, tuntutan kerja, dan kewajiban bakti pada ayah. Kayu dipilih bukan tanpa alasan, material keras yang bisa lapuk itu menjadi simbol sosok ayah yang dulu kuat, kini perlahan melemah. Dalam karya tersebut, seni menjadi ruang intim, tempat trauma dan cinta bertemu, membentuk “jalur saraf baru” dalam memandang kehidupan.
Narasi serupa tentang kompleksitas hidup juga muncul pada karya Forced Pages milik Kartika Oktavianti. Melalui digital print, Kartika mengajak pengunjung berandai-andai: bagaimana jika kita kembali ke masa SMA? Apakah pilihan hidup akan tetap sama? Karya ini tidak menawarkan jawaban, justru membuka ruang refleksi tentang cara kita berdamai dengan masa lalu.
Di ruang yang hangat dan kasual seperti Matterial Coffee, karya-karya ini terasa semakin dekat. Pengunjung tidak dihadapkan pada jarak galeri yang kaku, melainkan diajak menyelami kisah manusiawi, tentang rapuh, tentang bertahan, dan tentang bagaimana masalah justru membentuk ingatan yang bermakna.
(Sumber gambar: solopos.espos.id)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
