Kota Lama, Galeri, dan Resonansi Rasa: Pameran Bertajuk ”Harmonics” sebagai Pengalaman Ruang

Tuesday, 06 January 2026 06:56:00

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Pameran Harmonics di Pringsewu Reto Gallery tidak hanya menawarkan deretan lukisan realis, tetapi juga pengalaman ruang yang intim dan beresonansi. Berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang, galeri ini menjadi panggung yang tepat bagi dialog visual tentang keindahan, keheningan, dan kesadaran batin.

Tema “keindahan yang beresonansi” terasa nyata sejak pengunjung melangkah masuk ke ruang pamer. Karya-karya Paminto, Giman, Tommy, dan Rerno tersusun saling mengisi, menciptakan ritme visual yang mengalir. Setiap lukisan berdiri mandiri, tetapi dalam satu ruang, mereka membentuk harmoni yang menyatukan warna, cahaya, dan emosi.

Arsitektur heritage Kota Lama memperkuat atmosfer pameran. Dinding, cahaya alami, dan skala ruang galeri membuat lukisan-lukisan realis terasa lebih dekat dan personal. Pengunjung tidak sekadar melihat karya, tetapi diajak hadir secara perlahan, mengamati, merasakan, dan berdialog dengan visual yang ditawarkan.

Direktur Utama Pringsewu Resto Grup, Totok Sutrisno, menyebut Harmonics sebagai dialog ketulusan antarseniman. Pernyataan ini tercermin dari cara karya-karya tersebut “berbicara” tanpa perlu narasi berlebihan. Kesederhanaan justru menjadi kekuatannya.

Berlangsung hingga 26 Maret 2026, Harmonics menjadi contoh bagaimana ruang pamer, konteks kota, dan karya seni dapat berpadu menciptakan pengalaman estetik yang utuh, sekaligus memperkaya denyut kebudayaan Semarang di akhir 2025.

 

(Sumber gambar: @pringsewu_semarang)

Edited by

Setiya Adi Buono

Artikel atau postingan terkait