Ledakan Global Netflix: Dari Amerika ke Dunia dan Jadi Raja Streaming
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat
Semarang
Dalam satu dekade terakhir, Netflix berhasil menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan bisa mengubah industri hiburan lewat inovasi dan keberanian mengambil risiko. Awalnya hanya mendominasi pasar Amerika Serikat, Netflix kini tumbuh menjadi pemain global yang tak tertandingi. Keberhasilan ini bukan terjadi tiba-tiba, melainkan hasil strategi matang yang dieksekusi tepat waktu.
Ketika kecepatan internet mulai meningkat dan perangkat digital semakin mudah diakses, Netflix menangkap momentum besar. Kebiasaan menonton masyarakat berubah: mereka ingin tontonan fleksibel, sesuai ritme hidup, bukan mengikuti jadwal TV kabel. Di momen inilah Netflix masuk ke pasar internasional, dimulai dari Kanada pada 2010, lalu merambah Amerika Latin, Eropa, hingga Asia.
Tidak berhenti pada ekspansi geografis, Netflix juga mengambil langkah bersejarah dengan memproduksi konten orisinal. House of Cards (2013) dan Orange Is the New Black bukan hanya populer—keduanya menjadi simbol transformasi Netflix dari sekadar distributor menjadi studio raksasa. Konten orisinal inilah yang kemudian menjadi ujung tombak perusahaan untuk bersaing dengan para pemain baru yang terus bermunculan.
Keputusan ini terbukti tepat. Di pertengahan dekade 2020-an, berbagai laporan pasar menempatkan Netflix sebagai layanan video on demand berbayar terbesar di dunia. Pada 2025, jumlah pelanggan mereka mencapai sekitar 301,6 juta melampaui Amazon Prime Video maupun Disney+. Dengan strategi yang konsisten, keberanian berinovasi, dan kemampuan membaca tren, Netflix berhasil mengukuhkan diri sebagai raja streaming global yang sulit ditandingi.
(Sumber gambar: cnbcindonesia.com)
Edited by
Setiya Adi Buono
Artikel atau postingan terkait
Merajut Kreativitas di Sela Pameran: Belajar Teknik Jahit Dasar Bersama Puspa Danti
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Pameran tunggal Arief Hadinata bertajuk "Break The Loops" di Amoora Caffe, Semarang, tidak hanya memanjakan mata melalui deretan karya visual, tetapi juga mengajak pengunjung untuk aktif berkarya. Salah satu agenda yang...
Go Global: Digitalisasi Perbankan sebagai Katalisator Industri Kreatif
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Transformasi digital telah mengubah wajah industri kreatif, di mana batas fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi seniman untuk menjangkau pasar internasional. Dalam sosialisasi perbankan di Amoora Caffe Semarang,...
Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni
Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat Semarang Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran "Break The...
