Memutus Rantai Ketidakpastian Finansial bagi Pekerja Seni

Tuesday, 07 April 2026 14:27:36

Written by Sefiyan Eza Nur Hidayat

  Semarang

Dalam dunia kreatif, seniman sering kali dihadapkan pada tantangan pendapatan yang tidak tetap atau bersifat fluktuatif. Menjawab kegelisahan tersebut, Tia Rahayu Wulandari dari Bank BRI hadir di sela pameran “Break The Loops” karya Arief Hadinata untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya stabilisasi pendapatan melalui perencanaan keuangan yang matang. Strategi ini menjadi fondasi penting agar seniman tidak hanya fokus pada penciptaan karya, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi jangka panjang.

Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pinjaman mikro dengan bunga rendah. Program ini dirancang khusus untuk mempermudah akses modal bagi pekerja kreatif yang mungkin selama ini dianggap belum bankable oleh institusi keuangan konvensional. Dengan aset minimal sebagai jaminan, seniman dapat membiayai kebutuhan studio, alat, hingga proyek pameran besar. Hal ini merupakan langkah besar dalam menyetarakan posisi pekerja seni dengan pelaku UMKM lainnya di mata perbankan.

Selain pembiayaan, Bank BRI menekankan pentingnya anggaran terencana yang memprioritaskan dana darurat dan alokasi pengembangan karya. Melalui produk seperti Britama Bisnis VQ yang menawarkan special rate hingga Juni 2026, seniman diajak untuk menabung dengan keuntungan suku bunga di atas rata-rata. Edukasi ini bertujuan agar para kreator di Semarang dan sekitarnya mampu mengelola asetnya secara profesional, sehingga proses kreatif tidak lagi terhambat oleh kendala modal atau ketidakpastian finansial di masa depan. 

Edited by

Desyfa Cahya Aina

Artikel atau postingan terkait